Waktu-Tunda
Kadang-kadang (eh, lumayan sering, sih
), Vilo nggak selalu melakukan apa yg aku minta dengan segera. Misalnya, pas abis pulang sekolah aku bilang makan siang dulu, pasti dia bilang nanti, Ma, main-main dulu sebentar. Atau pas disuruh beresin mainan, dia bilang sebentar, Ma. Disuruh tidur siang, mandi, tidur malem, dll, adaaaa aja alesannya untuk menunda… Jadi aku selalu kasih waktu untuk dia bisa melakukan apa yang dia suka sebelum nurutin apa yang aku minta. Misalnya nih, pas pulang sekolah Vilo nggak mau langsung makan, aku bilang oke, 5 menit lagi makannya. Dia setuju dan setelah 5 menit aku suruh makan, dia langsung nurut tanpa banyak cincong (kadang dia nawar jadi 10 menit gitu
). Dulu sih waktu pertama kali waktu-tunda ini aku terapkan, Vilo masih nggak ngeh 5 menit itu selama apa. Tapi mungkin karena waktu-tunda ini aku pakai untuk banyak proses negosiasi, jadi lama-lama Vilo ngeh juga. Sekarang dia udah bisa kira-kira kalau 1 menit itu sebentar sekali, 5 menit agak lama, 10 menit itu lama sekali
.
Selain untuk kasih waktu dia untuk main-main dulu, waktu-tunda juga aku pakai untuk mendamaikan Vilo dan Algi waktu berebutan mainan. Dulu waktu Algi masih kecil, pas berebutan mainan, dia masih bisa dikasih mainan lain sebagai pengganti supaya dia nggak ngerebut mainan Vilo (atau sebaliknya, supaya Vilo bisa main mainan Algi
). Tapi sekarang Algi udah nggak mempan ‘disogok’ kayak gitu. Pokoknya kalau dia mau mainan itu ya harus mainan itu, malah kadang-kadang dia yang ngasih alternatif mainan lain buat Vilo supaya nggak berebutan (hehehe, belajar dari pengalaman dia
). Jadi sekarang kalau mereka berebutan mainan, aku akan bilang Abang Vilo main 5 menit, nanti baru Algi gantian 5 menit lagi. Lucunya, Algi yang nggak ngerti 5 menit itu selama apa, nurut lho… Lumayan, deh, bisa sedikit meredakan ‘huru-hara’ di rumah
.
Model waktu-tunda kayak gini juga aku pakai untuk kasih time-out buat Vilo. Dia tinggal pilih, mau berdiri menghadap tembok atau mau merenung di kamar mandi. Biasanya kalau udah berkali-kali dikasih tau masih dikerjain juga, jalan terakhir ya dihukum ini. Setelah hukumannya selesai, pasti aku akan tanya kenapa dia dihukum, trus abis kita bahas alasannya, baru deh dia aku peluk. Aku kepinginnya dia tau bahwa aku hukum dia karena aku sayang sama dia.

